Rapat Pendeta HKBP Distrik XXI Banten

Tangerang, Banten.

Pembukaan Rapat Pendeta HKBP Distrik XXI Banten yang berlangsung pada 5 September 2013 di HKBP Tangerang Kota, dihadiri oleh Ketua Rapat Pendeta HKBP, Pdt. Willem T.P. Simarmata, MA. Rapat ini dibuka oleh Praeses HKBP Distrik Banten, Pdt. Patar S. Napitupulu, M.Min dalam sebuah ibadah. Dalam khotbahnya yang diambil dari Kejadian 12:1-4, Pdt. Leonard Sigalingging, S.Th., mengungkapkan bahwa ketaatan Abraham pada panggilan Tuhan, itu yang membuat dirinya menjadi berkat. Karena itu, ketaatan orang percaya kepada Tuhan Yesus, itu pula yang mengawali kehadiran kita menjadi berkat. Sebagai liturgis adalah Pdt. Ladestam Sinaga, M.Th.

Ketua Rapat Pendeta HKBP menyampaikan pemaparan tentang HKBP Menjadi Berkat bagi Dunia yang didampingi oleh Praeses HKBP Distrik XXI Banten, Kepala Bidang dan Moderator.

Pada kesempatan itu, Ketua Rapat Pendeta mengungkapkan bahwa titik tolak sentral agar HKBP menjadi berkat adalah pendeta. Tentu saja ini bukan tanpa alasan karena pendeta memiliki otoritas besar menentukan arah pelayanan gereja. Tetapi dalam realitanya, justru seringkali kehadiran pendeta bukan sebagai gembala sehingga ini bertentangan dengan Poda Tohonan Pendeta. Bahkan, kegagalan pemuda kita dalam kancah global juga karena pendeta tidak mempersiapkan panggung bagi pemuda untuk tampil. Artinya, mereka tidak dipersiapkan dengan baik untuk menghadapi tantangan zaman. Karena itu, Aturan Peraturan HKBP tentang keberadaan pendeta perlu diperbaharui agar fungsi pendeta lebih menekankan aspek gembal sehingga pendeta dapat menjadi berkat.

Ketua Rapat Pendeta HKBP beserta Inang, didampingi Praeses HKBP Distrik XXI Banten beserta Inang, berfoto bersama seluruh pendeta yang melayani di distrik tersebut.

Dalam konteks pluralisme, Pdt. Willem T.P. Simarmata mengingatkan bahwa kehadiran kita di tengah dunia ini bukan untuk mengkristenkan orang. Tugas gereja adalah memberitakan kabar baik, menghadirkan Kerajaan Allah di tengah-tengah hidup yang majemuk. Karena itu, gereja perlu meningkatkan anggaran untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang berdaya guna bagi masyarakat, termasuk pemberdayaan ekonomi masyarakat di tengah kesulitan sosial ekonomi yang mereka alami.

Salah seorang pendeta menyampaikan pandangannya dalam sesi diskusi.

Setelah memberikan pemaparannya, peserta menyampaikan pandangan dan pertanyaan khususnya mengenai persoalan kerukunan umat beragama. Sebagaimana kita ketahui, beberapa gereja termasuk HKBP mengalami berbagai hambatan dalam pendirian gedung gereja oleh kelompok tertentu.

(Pdt. Mangasa Lumbantobing)

Sumber : http://hkbp.or.id/rapat-pendeta-hkbp-distrik-xxi-banten/

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply