PEMBINAAN & IBADAH PEMBERANGKATAN CALON GURU HURIA, BIBELVROUW DAN DIAKONES

Binjei, (27/07/2013)

 

Rasa sukacita terpancar di wajah-wajah para calon Guru Huria, calon Bibelvrouw dan calon diakones. Betapa tidak, selama dua tahun mereka menjalankan masa praktek pelayanan di tempat-tempat pelayanan mereka-masing-masing yang penuh dengan tantangan dan problematika, maka esok hari (28/07/2013) mereka akan menerima tahbisan sebagai Guru Huria, Bibelvrouw dan Diakones di HKBP. Inilah momen yang mereka telah tunggu-tunggu. Terlebih saat Pembinaan dan pemberangkatan mereka, 3 orang Pimpinan HKBP hadir, yakni Ompui Ephorus Pdt. W.T.P. Simarmata, MA bersama Ompung Boru, Sekretaris Jenderal Pdt. Mori A.P. Sihombing, MTh dan Kepala Departemen Koinonia Pdt. Welman P. Simbolon.

Saat Ompui Ephorus Pdt. W.T.P. Simarmata, MA menyampaikan pembinaan kepada para calon-calon tahbisan tersebut di Gereja HKBP Binjai (27/07/2013), terlihat betapa mereka mendengarkan penuh ketekunan. Ephorus menyampaikan bahwa sudah dua tahun masa menjalani praktek pelayanan, tentu semakin banyak melihat dan sekaligus mengalami pergumulan-pergumulan. Hendaknya hal itu menjadi dorongan untuk terus hidup dalam pelayanan, membangun kehidupan spritual dan terus berbakti dalam seluruh kehidupan dimanapun pelayan berada. Ephorus menambahkan bahwa saat ini para pelayan tidak hanya di altar saja, melainkan harus turun ke tengah-tengah kehidupan jemaat, menjawab berbagai persoalan yang dihadapi para jemaat.

Usai pembinaan yang disampaikan Ompui Ephorus, langsung diadakan Ibadah pemberangkatan yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal HKBP Pdt. Mori A.P Sihombing, MTh sebagai Pengkhotbah dan Kepala Departemen Koinonia Pdt. Welman P. Tampubolon sebagai Liturgis.

Pada khotbahnya yang diambil dari Injil Matius 10 : 16, Sekretaris Jenderal menyatakan bahwa saat ini para calon penerima tahbisan tengah diberangkatkan untuk menjalankan tugas berat dan sekaligus tugas mulia untuk menyampaikan kabar baik untuk semua orang yang sangat membutuhkan. Menyampaikan kabar baik itu bukan hanya verbal, tetapi juga holistik. Pdt. Mori menyatakan bahwa orang-orang yang diutus Tuhan Yesus adalah orang-orang yang punya daya tahan. Maka saat menerima tahbisan, maka tahbisan itu mesti dijaga dan dihargai. Bukti atas tahbisan itu harus terlihat dalam seluruh kehidupan para tahbisan, baik dalam perilaku, perkataan dan kehidupannya.

Dalam ibadah tersebut, Ompui Ephorus memimpin penyerahan Baju Tohonan kepada para calon tahbisan. Satu per satu Baju Tohonan diberikan kepada masing-masing calon tahbisan sekaligus menerima Agenda HKBP.

Praeses HKBP Distrik XXIII Langkat Pdt. Togar Hasugian, STh didampingi Pendeta Ressort HKBP Binjai menyerahkan cinderamata kepada seluruh calon tahbisan berupa tas. “Kiranya cindera mata ini dapat digunakan untuk mendukung pelayanan para tahbisan” ucap Praeses Togar memberi motivasi. Ibadah pemberangkatan ini diakhiri dengan Perjamuan Kudus yang diikuti para calon tahbisan dan hadirin serta jemaat yang hadir. Selamat menyiapkan diri untuk menerima tahbisan. (bin2)

Sumber : http://hkbp.or.id/pembinaan-ibadah-pemberangkatan-calon-guru-huria-bibelvrouw-dan-diakones/

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *