Kerinduan Jemaat Pos Pelayanan Nazareth Sorong

Berselang satu hari usai menghadiri pesta parheheon Sekolah Minggu Pos Pelayanan Nazareth Sorong pada Senin malam, 15 Juli 2013, diadakan tatap muka antar jemaat dengan Pendeta Resort HKBP NOMENSEN Jayapura – Papua, Pdt. Bernard TP Siagian MTh, yang diawali dengan ibadah.

Pada kesempatan ini, Pendeta Bernard TP Siagian, MTh di dampingi pendeta Jemaat, Pdt. Very Siregar, STh menyampaikan beberapa materi pembelajaran bagi ruas jemaat Pos Pelayanan Nazareth Sorong tentang beribadah sesuai aturan dan dogma gereja HKBP dihadapan ruas jemaat yang berkerinduan berdirinya secara dejure Gereja HKBP di Wilayah Sorong – Papua Barat.

Mengawali penyampaian materinya, Pendeta Bernard mengatakan beruntunglah orang batak atas kedatangan Oppui Nomensen di Tanah Batak, sehingga orang batak dapat bertobat dan terselamatkan. Dalam ringkasan materi, Ia mengatakan “ Sebelum Salib Kristus ditancapkan di Pussuk Buhit, orang batak tidak akan pernah menjadi orang Kristen yang benar” sebagai bahasa simbolis dengan penjabaran yang luas dari kutipan yang pernah dilontarkan Oppui Nomensen dalam menjalankan missionaris di Tanah Batak. Lebih jauh Pendeta Bernard TP Siagian menjelaskan tentang sekilas riwayat Oppui Nomensen yang bisa dibilang jarang terdengar atau disampaikan pada orang batak di Kota Sorong, dimana misi HKBP di Kota Sorong baru ada satu tahun terakhir, padahal orang batak mendiami wilayah Sorong Raya, kemungkian sudah ada setengah abad dan sangat potensial, serta sesuai perkiraan, orang batak yang ada di Sorong Raya sudah mencapai lebih kurang 1500 KK.

Pdt. Bernard TP Siagian, MTh memberikan pemaparan hubungan Gereja HKBP dengan adat istiadat , seperti dalam adat batak yang disebut Dalihan Natolu harus tetap dipegang teguh dan dijalankan dalam hidup sehari-hari. “ Jadi Gereja HKBP adalah gereja Misionaris yang terbuka yang tidak dibatasi dengan suku, tempat dan wilayah, bisa dibilang HKBP bukan gereja suku, kata Pendeta Bernard TP Siagian.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan aliran gereja yang dianut Gereja HKBP yaitu Lutheran dengan aturan dan dogma mengenai tata ibadah yang benar sesuai yang telah diatur dalam gereja.

Mengakhiri acara tatap muka diadakan sesi tanya jawab, dimana yang menjadi moderator Pdt. Very Siregar, STh yang dipercayakan HKBP menjadi Pendeta yang melayani di Pos Pelayanan Nazareth Sorong. Pada sesi ini, banyak pertanyaan yang lontarkan jemaat tentang seputar kehidupan sehari-hari yang disambut jawaban Pendeta Resort dengan bijak dan sekaligus memberikan pencerahan bagi jemaat.

Salah satu pertanyaan jemaat yang menonjol dan dirindukan jawaban yang tepat, bagaimana tentang kelangsungan status Pos Pelayanan Nazareth Sorong, dimana tidak bisa dipungkiri dengan umur baru satu tahun berdirinya, ada saja pergumulan jemaat dalam menjalankan ibadah sebagai mana mestinya, baik pergumulan dalam diri sendiri sebagai orang batak maupun dari luar jemaat. Jemaat sangat merindukan, bagaimana untuk kenyamanan  dalam hal beribadah tanpa ada unsur – unsur yang menjadi batu sandungan. “ Pdt. Bernard Siagian dengan tegas tulus mengatakan kalau Tuhan yang bekerja tidak ada yang mustahil, Berdoalah dan ini semua terjadi karena kehendak Tuhan, bukan kehendak manusia” kata Pendeta Resort.

Ketulusan pemaparan dan bijak yang disampaikan Pdt. Bernard TP Siagian, MTh, disambut positif jemaat dan pada kesempatan ini Pos Pelayanan Nazareth Sorong dicanangkan masuk bawahan atau pagaran  Gereja HKBP NOMENSEN Resort Jayapura untuk dapat nantinya disahkan pimpinan yang berwewenang dari HKBP. @ Hotbert Purba

Sumber : http://hkbp.or.id/orang-batak-harus-sungguh-sungguh-bertobat/

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *