JURNAL RAPAT PENDETA PER 14 OKTOBER 2013: HKBP QUO VADIS? (Melalui Pembahasan Isu-isu Teologi)

JURNAL RAPAT PENDETA PER 14 OKTOBER 2013

HKBP QUO VADIS?

(Melalui Pembahasan Isu-isu Teologi)

Salah satu tugas Rapat Pendeta (RP) adalah membahas isu-isu teologi (IIT). IIT ini dibahas berdasarkan pada perkembangan zaman (minimal dalam kurun waktu empat tahun sekali). Pembahasan ini akan masuk dalam pembahasan pada hari pertama jam terakhir yaitu Komisi Teologi. Sebut saja salah satunya adalah mengenai permasalahan kebebasan beragama. Isu mengenai permasalahan kebebasan beragama pada dasarnya bukanlah isu baru, melainkan isu yang sudah menjelma menjadi realita.

Salah satu pendeta di sela-sela sesi memberikan beberapa tanggapannya mengenai pembahasan yang berkaitan dengan IIT yang turut terbahas dalam kurun waktu empat tahun tersebut. Beliau mengatakan bahwa segala yang berkaitan dengan isu-isu sosial masyarakat pada dasarnya memerlukan antisipasi cepat agar penanganan masalah seperti ini bisa diatasi bersama (red.para pendeta keseluruhan, bukan 1-5 orang). Artinya, perlu digagas bahwasannya pembahasan permasalahan seperti itu memerlukan langkah efektif dan cepat. Begitu juga dengan pembahasan-pembahasan lainnya di dalam RP.

Ketika pembahasan seperti itu dilakukan dalam kurun waktu empat tahun sekali, maka kecenderungan yang timbul ialah antisipasi yang dilakukan terjadi secara lokal. Kecenderungan antisipasi lokal ini akan membawa adanya warna-warna teologi lain yang memungkinkan masuk dalam pengajaran gereja.

Oleh karena itu, IIT merupakan hal penting karena HKBP sebagai gereja harus mampu mengawal perkembangan zaman agar HKBP tetap menjaga wibawanya sebagai pembawa berkat di tengah-tengah dunia. IIT merupakan wajah perkembangan zaman yang semakin semakin hari semakin menuntut sikap hidup apa yang diambil dan dilakukan. Gereja-gereja lokal membutuhkan sikap hidup yang diambil dan dilakukan tersebut agar HKBP sebagai gereja yang besar selalu menjaga keharmonisan tindakan gerejawinya mulai aras pusat sampai ke tingkat huria. Lalu, bagaimana tanggapan setiap pendeta mengenai urgenitas pembahasan perkembangan isu-isu teologi semacam ini?

Sumber : http://hkbp.or.id/jurnal-rapat-pendeta-per-14-oktober-2013-hkbp-quo-vadis-melalui-pembahasan-isu-isu-teologi/

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *