Ibadah Mameakhon Batu Ojahan (MBO) dan Mangompoi HKBP Sekupang, Batam

Sekupang, Batam.

Pada Ibadah Minggu XVII setelah Trinitatis, seluruh warga jemaat HKBP Sekupang Batam diliputi sukacita karena gedung gereja yang selama ini mereka pergunakan sebagai tempat beribadah – resmi ditahbiskan sebagai gereja dan peletakan batu alas oleh Ephorus HKBP, Pdt. Willem T.P. Simarmata, MA. Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak hari Sabtu, 21 September 2013 dengan berbagai kegiatan yang dihadiri seluruh warga jemaat dan puncaknya dilakukan dalam sebuah ibadah Minggu pada 22 September 2013.

Ephorus dan Ompung Boru, Praeses HKBP Distrik XX Kepri dan Inang serta
Praeses HKBP Distrik Banten berfoto bersama anak-anak yang mengalungkan bunga

Dalam khotbahnya yang diambil dari Kisah Para Rasul 4:23-31, Ephorus mengungkapkan bahwa beriman kepada Kristus bukan berarti terbebas dari masalah. Khususnya dalam kehidupan jemaat mula-mula, mereka justru mengalami kesulitan-kesulitan karena beriman kepada Yesus Kristus. Namun, di tengah kesulitan itu, justru mereka menunjukkan sebuah spiritualitas dan sikap hidup yang baik. Tentu saja hal ini boleh terjadi karena mereka memiliki tujuan hidup yang jelas, memiliki pengharapan yang jelas, yaitu hidup dalam damai sejahtera. Didorong oleh tujuan hidup tersebut, mereka memiliki keberanian untuk mengikrarkan imannya bahwa Tuhan adalah pencipta dan keberanian memberitakan Firman Tuhan.

Ephorus berkhotbah pada ibadah minggu di HKBP Sekupang, Batam

Ephorus meletakkan batu alas HKBP Sekupang, Batam

Mencermati cara hidup jemaat mula-mula ini, Ephorus mengajak agar setiap orang percaya, khususnya jemaat HKBP Sekupang semakin militan dalam memberitakan Firman Tuhan dan memiliki sikap hidup yang berkenan terhadap Tuhan dan sesama manusia. Ibadah Minggu ini dilayani oleh Praeses HKBP Distrik XX Kepulauan Riau, Pdt. David F. Sibuea, M.Th., D.Min sebagai liturgis; Kepala Biro Jemaat HKBP, Pdt. Ir. Thomson Sinaga, S.Th., MM sebagai pendoa syafaat. Setelah khotbah, Ephorus memimpin kegiatan Mameakhon Batu Ojahan dan Mangompoi HKBP Sekupang yang diikuti oleh pendeta-pendeta yang pernah melayani di HKBP Sekupang dan pendeta-pendeta yang melayani di HKBP Distrik XX Kepulauan Riau.

Disaksikan Ephorus HKBP, Gubernur Kepri menandatangani prasasti peresmian
Gereja HKBP Sekupang, Batam

Sesudah ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan ramah-tamah yang dihadiri oleh Gubernur Kepri, Drs. H. Muhammad Sani dan wakil walikota Batam, H. Rudi, SE., MM. Turut hadir juga wakil ketua DPRD Kepri, Bapak Jumaga Nadeak; anggota DPRD Kota Batam, Bapak Udin Sihaloho; anggota DPD dari provinsi Kepri, Bapak Djasarmen Purba; serta calon-calon anggota legislatif dari provinsi Kepri. Dalam sambutannya, Gubernur Kepri sangat berharap bahwa kehadiran HKBP Sekupang turut membentuk individu yang berkarakter sehingga kerukunan tetap terpelihara di kota Batam yang sangat majemuk. Hal yang senada juga disampaikan Ephorus agar seluruh warga jemaat HKBP di kota Batam turut mendukung program-program yang dilakukan pemerintah dengan cara mendoakan pemerintah serta membayar pajak bagi pembangunan.

Ephorus dan Praeses HKBP mangulosi Gubernur Kepri dan wakil walikota Batam

Gubernur dan Wakil Walikota Batam turut manortor bersama rombongan Ephorus HKBP

Kegiatan ramah-tamah ini dimeriahkan dengan lantunan lagu Sai Anju ma Ahu yang dinyanyikan oleh Gubernur bersama tokoh-tokoh yang lain. Dan tidak kalah penting, Gubernur dan wakil wali kota Batam turut manortor bersama Ephorus dan rombongan pendeta yang hadir dalam kegiatan tersebut. Bahkan, wakil walikota memberi bantuan sebesar Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan Gubernur memberi bantuan Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) untuk menyelesaikan pembangunan fisik gereja HKBP Sekupang, Batam.

(Pdt. Mangasa Lumbantobing)

Sumber : http://hkbp.or.id/ibadah-mameakhon-batu-ojahan-mbo-dan-mangompoi-hkbp-sekupang-batam/

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *