Ephorus HKBP Disambut Gubernur Jawa Timur

Surabaya, Jawa Timur

Pada Minggu malam, 26 Januari 2014, Ephorus HKBP, Pdt. Willem T.P. Simarmata; Kepala Departemen Koinonia, Pdt. Welman P. Tampubolon; Praeses HKBP Dist. XVII Indonesia Bagian Timur, Pdt. Danner Siregar beserta rombongan melakukan kunjungan kepada Gubernur Jawa Timur Dr. H. Sukarwo di rumah dinas Gubernur Jawa Timur, Gedung Negara Granadi, Surabaya. Kunjungan ini disambut penuh sukacita oleh Bapak Gubernur yang didampingi oleh Prof. Hotma Siahaan, staf gubernur dan organisasi pemuda dan keagamaan yang ada di Jawa Timur.

 Gambar 1

Ephorus disambut oleh Gubernur Jawa Timur Dr. H. Sukarwo dalam suasana penuh keakraban.

Dalam sambutannya, Ephorus menyampaikan kebanggaannya atas kepemimpinan Bapak Gubernur yang memimpin Jawa Timur dalam keadaan yang kondusif di tengah kemajemukan yang ada dalam masyarakat Jawa Timur. Menurut Ephorus, kemajemukan yang ada dalam masyarakat bukan awal dari konflik. “Perbedaan harus ditangkap dengan baik untuk mewujudkan kerukunan” demikian ungkap Ephorus. Tentang kehadiran HKBP di Jawa Timur, Ephorus menyampaikan bahwa HKBP sudah tersebur di seluruh dunia, bahkan sudah ada di Dhubai. Kehadiran tersebut untuk menjadi berkat bagi masyarakat dimana HKBP hadir. Upaya tersebut semakin nyata dengan hadirnya Komisi Pelayanan Strategis yang membidangi Tourist Gerejawi, Lingkungan Hidup dan Pemberdayaan Ekonomi Warga. Diakhir sambutannya, Ephorus menyampaikan harapan dan doa agar Tuhan memberkati Bapak Gubernur Jawa Timur dalam memimpin Jawa Timur.

 Gambar 2

Ephorus menyampaikan sambutan di Gedung Negara Granadi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Ephorus HKBP bersama rombongan. “Ini yang pertama sekali dan merupakan manifestasi jangka panjang” ungkap Gubernur Jawa Timur. Manifestasi yang dimaksudkan ini terkait dengan kebhinekaan dan kebangsaan. Menurutnya, kebhinekaan itu pertama kali dirumuskan di Jawa Timur. “Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang pertama ada di Jawa Timur melalui Kerajaan Majapahit” demikian tegas Gubernur. Bahkan, menurut Gubernur, persoalan keagamaan muncul karena kita belum dapat “mengkawinkan” persoalan agama dengan budaya. Akibatnya, agama tidak menyatu dengan budaya yang dimiliki masyarakat. Karena itu, solusinya menurut Gubernur adalah musyawarah mufakat. Dalam konteks pembangunan, Gubernur menyebutkan bahwa sungai-sungai yang ada di Jawa Timur terbebas dari pencemaran. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya ikan yang hidup di sungai. Tidak hanya itu, dengan bangga Gubernur menyampaikan bahwa 43% Adipura ada di Jawa Timur.

 Gambar 3

Foto bersama sesaat setelah Ephorus memberikan ulos kepada Gubernur Jawa Timur.

Setelah kata sambutan, Ephorus menyampaikan ulos kepada Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Sukarwo. Ephorus mengugkapkan bahwa ulos ini merupakan simbol bahwa Dr. H. Sukarwo merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Batak. Silaturahmi ini disemarakkan dengan makan malam bersama yang dijamu oleh Gubernur Jawa Timur. Pada kesempatan tersebut, Ephorus menyanyikan sebuah tembang kenangan untuk memeriahkan kegiatan ini. Kiranya Tuhan semakin memberkati Dr. H. Sukarwo, Gubernur Jawa Timur dalam memimpin masyarakat yang ada di Jawa Timur.

(Pdt. Mangasa Lumbantobing)

Gambar 4Bapak Gubernur mengajak Ephorus untuk menikmati makanan khas Jawa Timur.

Gambar 5Ephorus didampingi Kadep Koinonia dan Praeses HKBP Dist. XVII IBT diwawancarai oleh TVRI Jawa Timur.

Gambar 6(dari Kanan ke Kiri) Kadep Koinonia HKBP, Ephorus HKBP, Gubernur Jawa Timur, Ompung Boru, Inang Kadep Koinonia.

Sumber : http://hkbp.or.id/ephorus-hkbp-disambut-gubernur-jawa-timur/

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply