DUA SEKOLAH MENENGAH ATAS TAPANULI UTARA MENCARI JATI DIRI DALAM RETREAT MEREKA

“Who Am I?” adalah pertanyaan yang sering kita tanyakan pada diri sendiri ketika kita tidak mengetahui posisi diri kita. Sepenggal kalimat inilah yang menjadi Tema dari Retreat Pelajar Tapanuli Utara. Kegiatan yang dipelopori oleh Departemen Marturia ini diselenggarakan pada tanggal 07-08 September 2013. Diawali dengan kebaktian singkat yang dipimpin oleh Pdt. Susi Hutabarat, STh sebagai liturgis dan Pdt. Sarlen Lumbantobing, MA sebagai pengkhotbah.

Kegiatan retreat ini diikuti oleh dua sekolah tingkat menengah atas yang ada di Tapanuli Utara, SMA Swasta HKBP 1 Tarutung dan SMA Swasta HKBP 2 Tarutung. Adapun peserta yang terlibat dalam retreat ini sebanyak 51 orang dengan 9 panitia yang membimbing acara sampai selesainya.

Dalam bimbingan dan arahannya, Pdt. Sarlen Lumbantobing, MA mewakili Kepala Departemen Marturia, mengatakan bahwa hendaknya kegiatan retreat ini dapat menghasilkan perubahan yang baik bagi peserta yang terlibat. Oleh karena itu, kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini dilakukan tidak di daerah Tarutung tetapi lebih memilih tempat yang baru bagi peserta, yaitu Perkampungan Jetun Silangit. Hal ini bertujuan agar peserta dapat menyatu dengan alam sekitar dan ini merupakan salah satu cara untuk mengenal diri sendiri.

Tampak jelas, semangat yang berapi-api muncul dari peserta. Hal ini terwujud dari mimik wajah dan canda tawa para peserta di dalam mengikuti sesi demi sesi. Untuk menambah kedekatan antara peserta yang berasal dari sekolah yang berbeda, panitia memadukan para peserta yang berasal dari kedua sekolah tersebut dalam kelompok PA dan games.

Ada dua tujuan yang hendak dicapai dari retreat ini. Yang pertama ialah melalui tema retreat, para peserta dapat mengenal dirinya sendiri sebagai seorang yang muda dan pribadi yang tidak terpengaruh oleh dunia sekitar. Dikatakan bahwa pengenalan diri dapat diperoleh melalui alam sekitar ataupun orang yang terdekat dengan kita. Oleh karena itu diharapkan bagi setiap peserta untuk mempergunakan waktu yang ada untuk mengenal diri sendiri. Yang kedua, dengan tema ini peserta diingatkan bahwa pasti akan ada tantangan-tantangan yang menghadang. Akan tetapi dengan semangat dan usaha yang tekun, pasti setiap pribadi akan dapat melewatinya. Sesuai dengan identitas peserta yang duduk dibangku kelas XII yang akan menghadapi Ujian Nasional, diharapkan dengan diadakannya retreat ini dapat memberikan semangat baru. Di dalam persiapan menuju ujian itu, pasti akan ada kekurangan dan kelebihan tetapi bagaimana seorang pelajar dapat berkomitmen dan mempunyai tekad untuk berusaha melakukan yang terbaik dalan menghadapi UN.

Kegiatan ini tidak dapat berjalan dengan lancar tanpa kerja sama yang baik dari tim panitia. Hal ini tampak dari hadirnya dua biro yang berada dalam naungan Departemen Marturia, yakni Kabiro Ibadah dan Musik, Pdt Jetson Simorangkir S,Th bersama anggota dan Kabiro Outreach, Pdt. Sarlen Lumbantobing, MA bersama rekan anggota.(elisabeth)

Sumber : http://hkbp.or.id/dua-sekolah-menengah-atas-tapanuli-utara-mencari-jati-diri-dalam-retreat-mereka/

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *