Pandangan Perlunya Restrukturisasi Organisasi Musik Gereja

Komite Musik 2

Gereja yang tidak bernyanyi bukanlah gereja“, tulis Karl Barth, teolog terbesar di abad ke-20.

Bagaimanapun Gereja tidak akan lepas dari peranan musik sebagai sarana untuk Bagaimana membawa jemaat dalam suasana penyembahan kepada Allah dan semuanya itu berada dalam ruang lingkup Seksi Musik dimana gambaran ruang lingkup musik di HKBP dapat terlihat sebagai berikut:

1. Mangendehon panogunoguon tu parendeon dohot tu uninguningan di huria, laho mamaritehon hata ni Debata.

2. Parendehon haporluan na mardomu tu ulaon parendeon dohot uninguningan.

3. Pahinsaton angka punguan perende dohot punguan uninguningan.

4. Patupa evaluasi dohot laporan taringot tu pangulaonna sipasahatonna tu ketua Dewan Marturia dohot tu uluan ni huria hombar tu tingki naung ditontuhon.

 

Konsistensi pelayanan bermusik & bernyanyi yang baik tidak akan lepas dari ketersediaan pemusik & penyanyi secara jumlah dan kualitas, sedangkan besarnya pemanfaatan kegiatan bermusik & bernyanyi sangat tergantung pada program dan rencana kerja untuk mengaplikasikannya di organisasi gereja, jemaat dan lingkungan.

Penulis melihat sulitnya pengembangan musik & kegiatan bernyanyi di gereja tidaklah lepas dari bagaimana aturan main dalam pemilihan orang-orang yang terlibat dalam pengembangan musik karena Gereja telah mencampur adukan antara fungsi profesional  musik dan fungsi manajemen sehingga rentan terhadap perubahan orientasi dan pembiasan arah dari perbaikan dan pengembangan musik kedepan.

Periodisasi usia pengurus gereja yang pendek yang tidak boleh melebihi 2 periode dalam suatu seksi, hak preorogatif parhalado dalam memilih calon-calon pengurus tanpa melihat dengan matang kebutuhan gereja saat ini, menyesuaikan kecocokannya dengan renstra, tantangan pengembangan musik kedepan dan komitmen kerja dari pengurus akanlah memunculkan kualitas musik gereja yang timbul tenggelam dengan program musik yang arahnya tidak jelas  atau biasa-biasa saja dan hal ini diperparah dengan rendahnya pengembalaan musik gereja oleh pengurus pusat untuk mendapatkan format sebenaranya.

Penulis melihat potensi memperbaiki musik gereja bisa di mulai dengan mencoba melakukan restrukturisasi bentuk organisasi musik kerja dengan cara memisahkan fungsi profesi musik dan fungsi manjerial pengembangan.

A. Fungsi Profesi Pemusik,

Fungsi profesi memiliki otoritas:

1. Kordinasi Operasi Acara di lapangan.

2. Kordinasi pengolahan materi musik untuk kegiatan ibadah gereja dan pelayanan pemusik di jemaat dan masyarakat.

3. Pembakuan materi musik standar sebagai pegangan pemusik.

Fungsi Profesi Pemusik program kerjanya sifatnya jangka panjang dan rutin dengan pos-pos pendanaan anggaran yang sudah tertentu dan terukur.

Sehingga profesi pemusik & penyanyi akan dijauhkan dari konflik-konflik organisasi.

 

B. Fungsi Kordinasi Pengembangan SDM, penyelenggaraan acara dan pendanaan.

Fungsi Kordinasi ini adalah mengembangkan sumber daya manusia gereja untuk mempertahankan kualitas pemusik yang lama dan menambah pemusik-pemusik yang baru, mengadakan program-program acara didalam dan luar gereja, memikirkan & mengajukan pendanaan ke gereja atau sponsor dan membangun jaringan kerja untuk efektifitas pencapaian hasil.

Pemisahan fungsi kordinasi ini dimaksudkan agar penentuan pengurus seksi-seksi yang periode kerjanya sementara itu tidak akan merusak kegiatan musik yang sifatnya jangka panjang & terukur.

 

sehingga aturan main pengembangan musik gereja:

1. Pendeta dan Parhalado membuat rencana strategi.

2. Besar pembiayaan keperluan fungsi kordinasi pemusik sifatnya tetap & rutin(hubungannya ke Parhartaon, Rumah tangga gereja dan Ketua Seksi Musik) sehingga biayanya otomatis dimasukan ke biaya pengajuan program Seksi Musik, sehingga mereka fokus dengan pelaksanaan bermain musik saja.

3. Ketua Seksi Musik fokus kepada pengembangan SDM, pendanaan, penerbitan kegiatan pemusik dan penerbitan program-program baru.

 

Santoso P. Tampubolon

Pemerhati

HKBP Pasar Minggu

Koor Wilayah I HKBP Pasar Minggu, Kebaktian Akhir Tahun 2015

Koor Wilayah I HKBP Pasar Minggu mengisi Kebaktian Akhir Tahun 2015

.

Mangula Dibagasan Holong.

HKBP Pasar Minggu

Kunjungan Koor Wilayah I HKBP Pasar Minggu ke Bangka, 02-05 Oktober 2015

DSC07446-cover0

Tautan kumpulan foto-foto kunjungan Koor Wilayah I HKBP Pasar Minggu ke Bangka, tanggal 02 s/d 04 Oktober 2015 dapat di unduh(download) dengan meng-click(menekan) pada foto diatas atau kalimat ini

Foto-foto dalam media flicker ini dapat di unduh sesuai ukuran asli fotonya

Mangula Dibagasan Holong.

HKBP Pasar Minggu

Tortor dan Tumba Ina HKBP Pasar Minggu pada Sidang Raya Dewan Gereja-gereja Asia(General Assembly Christian Coference of Asia) tanggal 26 Mei 2015

Tortor dan tumba yang dipersembahkan ina dari HKBP Pasar Minggu di CCA, Hotel Mercure, Ancol, Jakarta.

Peserta sidang raya menyambut hangat tortor dan tumba yang dipersembahkan ina HKBP Pasar Minggu, saat makan siang, Selasa (26/5)

photos courtesy(‎Baharuddin Silaen , Uwiq Ef Ben)

cca-ina-tumba-a

cca ina tumba 5

cca ina tumba 3

cca ina tumba 4

 

 

Mangula Dibagasan Holong.

HKBP Pasar Minggu

Ibadah Taon Baru Keluarga Parsirangan Ni Taon 2014 Tu Taon 2015 , Pukul 00.00WIB di HKBP Distrik VIII DKI Jakarta

acara-ibadah-tahun-baru-2014-1

acara-ibadah-tahun-baru-2014-2

acara-ibadah-tahun-baru-2014-3

acara-ibadah-tahun-baru-2014-4

.

 

Mangula Dibagasan Holong.

HKBP Pasar Minggu