Ceramah Seksi Ama HKBP Pasar Minggu tanggal 4 Agustus 2016 di Tahun Keluarga, Ruang Serbaguna, Thema: “Unang Ho Mabiar, Ahu Do Lombulombum”

Ceramah Seksi Ama HKBP Pasar Minggu tanggal 4 Agustus 2016 di Tahun Keluarga, Ruang Serbaguna, Thema: “Unang Ho Mabiar, Ahu Do Lombulombum”

Bagian Pertama:

 

Bagian Kedua:

 

Mangula Dibagasan Holong.

HKBP Pasar Minggu

Standar Umum Menjadi Guru Sekolah Minggu

Standar umum menjadi Guru Sekolah Minggu

– Lahir baru, dan harus hidup dalam kekudusan.

-Rajin saat teduh dan membaca Alkitab.

– Harus memiliki tanggung jawab di dalam melayani Pekerjaan Tuhan, Harus setia mengikuti ibadah di gerejanya, khususnya Sekolah Minggu, Harus setia berdoa di gerejanya, juga doa-doa pribadi.

– Harus sopan berpakaian dan tidak berlebihan dalam bermake-up, Harus memberitahu terlebih dahulu kepada pimpinan kalau berhalangan hadir, Tidak terlambat dan tidak suka ngobrol dalam mengikuti kebaktian Sekolah Minggu, Harus taat pada peraturan-peraturan yang telah ditentukan. Panggilan, Tugas dan syarat-syarat untuk menjadi Guru Sekolah Minggu Banyak orang yang melayani Sekolah Minggu tanpa tujuan dan maksud yang jelas sehingga mereka: Tidak bekerja maksimal sesuai perintah Tuhan, Tidak membuahkan hasil, Tidak menerima berkat-berkat yang luar biasa dari dalam pelayanannya. Alasan mengapa saya terpanggil untuk menjadi Guru Sekolah Minggu

– Sebab itu merupakan perintah Tuhan (Ulangan 6:6-7, Amsal 22:6, Matius 28:19-20),

– Sebab anak-anak membutuhkan keselamatan/penebusan(Roma 3:23, 5:12),

– Sebagai bukti bahwa kita mengasihi Yesus (Yohanes 21:15). Dan untuk menjadi guru sekolah minggu bukan satu pelayanan yang rendah dibanding pelayanan2 lain yang ada didalam gereja tetapi justru melayani menjadi guru sekolah minggu adalah satu pelayanan yang mulia dimana mereka mempersiapkan anak-anak yang kelak menjadi pilar-pilar gereja.

Kokohnya suatu gereja dikemudian hari terletak pada sejauh mana gereja itu membimbing keimanan dari anak2 sekolah minggunya.

*** Soli Deo Gloria *** St. Ny. LR. Simarmata br. Purba

Mangula Dibagasan Holong.

HKBP Pasar Minggu

Maksud & Tujuan Tahun Keluarga HKBP Pasar Minggu 2016 dan Susunan Panitia

Perayaan TAHUN KELUARGA HKBP 2016

“Menjadi Rumah Tangga yang Beribadah kepada Tuhan”

PENDAHULUAN

Yosua kuatir Israel akan menjauh dari Tuhan dan tidak setia beribadah kepada Tuhan akibat terpengaruh bangsa-bangsa lain di Kanaan, pada saat ia berganti memimpin Israel. Ia memanggil semua tua-tua, hakim dan panitera, dan semua umat di Sikhem, untuk memastikan bahwa Israel tetap setia beribadah kepada Tuhan, yang telah menyelamatkan nenek moyang mereka dari perbudakan Mesir, dan menyertai di padang gurun sampai masuk dan menduduki tanah Kanaan, yang dijanjikan Tuhan kepada nenek moyang/ Abraham, Ishak, dan Yakub.

 

HKBP melihat era globalisasi ini menawarkan banyak godaan kepada umat Tuhan untuk meninggalkan Tuhan dan berpindah ke ilah-ilah lain yang ada di masa kini; uang, kekuasaan, nafsu, dan lainnya, dan dapat melemahkan bangsa Indonesia dalam hiperkompetisi antar bangsa. HKBP dapat berperan dalam rekonstruksi bangunan Bangsa Indonesia agar dapat menjadi bangsa yang kuat dan taat pada Tuhan, setelah setiap rumah tangga Kristen mendengarkan firman Tuhan dan setia melakukan kehendak Allah. Seperti Tuhan Yesus yang taat melakukan kehendak Bapa Nya sampai mati (Filipi 2 : 8).

 

Dengan Tahun Keluarga HKBP 2016, diharapkan kaum bapak dapat melihat bahwa ada pada posisi strategis dalam pembentukan moral dan karakter sebuah bangsa yang takut akan Tuhan, dan perlu aktif menggali secara mendalam dan menghayatinya. Bangsa dan negara yang setia beribadah kepada Tuhan, dibangun dari rumah tangga yang setia melakukan kehendak Tuhan.

 

Setiap jemaat perlu merancang berbagai kegiatan pembinaan keluarga sebagai perwujudan gereja terkecil (Mateus 18 : 20), tempat yang tepat dan utama dalam pembentukan karakter (bangko) dan integritas (hadirion) orang Kristen yang taat beribadah kepada Tuhan. Keluarga adalah tempat pertama dan yang utama dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan Kristen, yang akan membentuk generasi muda yang setia beribadah kepada Tuhan.

 

Kaum bapak terpanggil memenuhi tanggung jawabnya mengajarkan kebenaran firman Tuhan kepada anak-anaknya, dan menuntun seisi rumahnya menjadi orang-orang yang setia melakukan hukum dan perintah-perintah Tuhan; memberikan berkat kepada semua anggota keluarganya turun temurun dan dengan setia memberkati semua anak-anak dan keturunannya, sehingga seisi rumah menjadi orang-orang yang beribadah kepada Tuhan Allah, yang telah menebus semua orang dari dosa dan maut di dalam Anak Nya yang tunggal, Tuhan Yesus Kristus.

 

Pelayanan gereja pada Tahun Keluarga HKBP 2016 ini perlu secara jelas memperlengkapi kaum bapak supaya memiliki kemampuan melakukan fungsi sebagai imam, yang menjadi teladan dalam segala perbuatan baik dalam iman, perbuatan, dan dalam perkataan, sehingga kemudian akan memiliki generasi muda yang taat melakukan firman Tuhan di dalam jemaat, masyarakat dan negara, dan di seantero dunia ini.

Kiranya pelayanan  jemaat semakin luas menjangkau mereka yang perlu mendapat pemberdayaan, mereka yang sangat membutuhkan pertolongan, mereka yang miskin, yatim-piatu, anak-anak putus sekolah, para korban kekerasan dan pelecehan seksual, mereka yang hidup dengan HIV/ AIDS, dan mereka yang terjerat jaring penyalahgunaan narkoba, serta mereka yang jadi korban kemajuan jaman, yang dikuasai oleh roh materialism dan hedonism. Semua warga jemaat dan pelayan HKBP harus menjadi berkat bagi semua orang, bagi pemerintah, dan bagi seluruh dunia, sebagai yang telah mengenal dan menghayati kasih dan kuasa Tuhan.

 

Diharapkan kaum bapak jemaat HKBP dapat bangkit, melakukan tugas panggilan sebagai imam yang memimpin seluruh keluarga setia beribadah kepada Tuhan, sehingga nama Tuhan semakin dipermuliakan di dalam persekutuan (koinonia), kesaksian (marturia), dan pelayanan (diakonia) jemaat.

 

MAKSUD DAN TUJUAN

Kegiatan mewujudkan Tahun Keluarga HKBP 2016 di lingkungan HKBP Pasar Minggu bermaksud menyatakan bahwa HKBP Pasar Minggu adalah gereja yang bersyukur untuk memberitakan kepada jemaat disini bahwa fokus gereja dan pelayanan jemaat di tahun ini adalah Keluarga, sebagai pusat doa dan kegiatan gereja.

 

Kegiatan ini bertujuan memotivasi dan mengarahkan semua ama sebagai imam dalam keluarga masing-masing, membuka mata hati segenap keluarga jemaat bahwa dalam keluarga ada kepala keluarga, bapak, yang perlu dihormati dan disayangi. Dan, segenap keluarga terus takut akan Tuhan dan beribadah kepada Tuhan Allah kita saja; meneladani sikap dan solusi langkah Yosua yang takut akan murka Tuhan melihat Israel yang mungkin akan menyembah ilah lain, dengan memperbaiki komunikasi internal Israel dan meminta janji setia.

 

PANITIA

Penanggung Jawab     :    Pendeta Ressort HKBP Pasar Minggu (Pdt R Tobing, SmTh)

Penasehat                    :    Pdt R br Panjaitan, STh.

Pdt D Simatupang, STh.

Pdt R br Sihombing, STh.

Ir OK Aruan

St Gib Simanjuntak

St EL Toruan

Ny Gultom br Situngkir

Semua Parhalado Partohonan/ Majelis Tahbisan

Ny D Panggabean br Sirait

L Pakpahan

Ny Marpaung br Siburian

  

Pelaksana Kerja Panitia :

Ketua                  :      St. B Tambun

Sekretaris         :      O Manullang

Bendahara        :       St L br Purba

 

Ketua I               :      H Simanjuntak

Sekretaris I       :      Ny St SP Tampubolon

Bendahara I     :      Ny P Sibuea br Lumban Batu

Ketua Bidang Pendanaan                           :    Ny Simangunsong br Simbolon

Ketua Bidang Keamanan                            :     J Tambunan

Ketua Bidang Konsumsi                             :    Ny DH Tambun br Sirait

Ketua Bidang Kebutuhan Alat Peserta    :    Carolina br Sibarani

Ketua II             :      St K Tampubolon

Sekretaris II     :      Ny ButarButar Y br Silaen

Bendahara II    :      Ny Simanjuntak br Panjaitan

Ketua Bidang Lomba Melukis Keluarga                                :    Juliawati br Simorangkir

Ketua Bidang Menyanyi Lagu Buku Ende Keluarga           :  Ny Panjaitan br Sinaga             Ketua Bidang Kreasi Hiasan Rumah dari Limbah Rumah :  Ny Pakpahan E br Hutabarat

Ketua Bidang Lomba Masak                                                :    Ny MH Tambunan br Gultom

Ketua III            :      Santoso Tampubolon

Sekretaris III    :      Ny Siahaan br Hutagaol

Bendahara III  :      Deceria br Sinaga

Ketua Bidang Sekretariat                          :    MH Tambunan

Ketua Bidang Perlengkapan                     :    Joshua Simanjuntak

Ketua Bidang HuPub Dok                         :    SR Tambun

Ketua Bidang Kepesertaan                       :    Ericson Siahaan

Ketua IV            :      C Lumban Batu

Sekretaris IV    :      St Z br Napitupulu

Bendahara IV   :      Ny Tambunan br Gultom

Ketua Bidang Donor Darah Keluarga     :    Tasya br Hutabarat

Ketua Bidang Bazaar Keluarga                 :    Abraham Napitupulu

Ketua Bidang Garage Sale Keluarga        :    Inez br Rambe

Ketua Bidang Lomba Menjahit Keluarga     :

Ketua V              :      St PRM Silalahi

Sekretaris V      :      Ny St Simbolon br Simbolon

Bendahara V    :      Ny Hutapea br Sihite

Ketua Bidang Festival Vocal Group Keluarga/ Wilayah       :    Ny Hutabarat br Sitohang

Ketua Bidang Cepat Tepat isi Alkitab       :    Ny Tambunan br Hutauruk

Ketua Bidang Permainan Keluarga           :    Ny Purba br Sihite

Ketua Bidang Permainan Ama-Naposo   :    P Aritonang

Ketua VI            :      DP Tambun

Sekretaris VI    :      Ny St K Tampubolon

Bendahara VI   :      Ny Sinaga M br Siagian

Ketua Bidang Dialog Keluarga                 :    St R br Pardede

Ketua Bidang Seminar Gereja, Keluarga, dan Pemerintah: Ny ButarButar br Tampubolon

Ketua Bidang Pagelaran Keluarga           :   Morris Aruan

Ketua Bidang Jalan Sehat                          :    Jiwana Simanjuntak

Anggota Tim Kerja :

  1. Ny Siregar br Sirait
  2. Ny Simbolon br Sagala
  3. Ny Tobing br Hutapea
  4. Ny St Silitonga dr S br Manalu
  5. Ny Hutapea br Munthe
  6. Ny Simanjuntak br Siahaan
  7. A Hutahaean
  8. H Purba
  9. R Hutahaean
  10. E Simarmata
  11. S Simbolon
  12. S Tamba
  13. Erick Sianipar
  14. Hesekiel Gultom
  15. Germa Simatupang
  16. Octa Siahaan
  17. Feri Siagian
  18. Edward Tambunan
  19. Patrick Pardede
  20. M Agatha br Sinabariba
  21. Maria P br Samosir
  22. Garvinska br Panggabean
  23. Deswita br Tambunan
  24. Nova br Sinambela
  25. Diana br Manurung
  26. Mariance br Turnip

 

Mangula Dibagasan Holong.

HKBP Pasar Minggu

Pandangan Perlunya Restrukturisasi Organisasi Musik Gereja

Komite Musik 2

Gereja yang tidak bernyanyi bukanlah gereja“, tulis Karl Barth, teolog terbesar di abad ke-20.

Bagaimanapun Gereja tidak akan lepas dari peranan musik sebagai sarana untuk Bagaimana membawa jemaat dalam suasana penyembahan kepada Allah dan semuanya itu berada dalam ruang lingkup Seksi Musik dimana gambaran ruang lingkup musik di HKBP dapat terlihat sebagai berikut:

1. Mangendehon panogunoguon tu parendeon dohot tu uninguningan di huria, laho mamaritehon hata ni Debata.

2. Parendehon haporluan na mardomu tu ulaon parendeon dohot uninguningan.

3. Pahinsaton angka punguan perende dohot punguan uninguningan.

4. Patupa evaluasi dohot laporan taringot tu pangulaonna sipasahatonna tu ketua Dewan Marturia dohot tu uluan ni huria hombar tu tingki naung ditontuhon.

 

Konsistensi pelayanan bermusik & bernyanyi yang baik tidak akan lepas dari ketersediaan pemusik & penyanyi secara jumlah dan kualitas, sedangkan besarnya pemanfaatan kegiatan bermusik & bernyanyi sangat tergantung pada program dan rencana kerja untuk mengaplikasikannya di organisasi gereja, jemaat dan lingkungan.

Penulis melihat sulitnya pengembangan musik & kegiatan bernyanyi di gereja tidaklah lepas dari bagaimana aturan main dalam pemilihan orang-orang yang terlibat dalam pengembangan musik karena Gereja telah mencampur adukan antara fungsi profesional  musik dan fungsi manajemen sehingga rentan terhadap perubahan orientasi dan pembiasan arah dari perbaikan dan pengembangan musik kedepan.

Periodisasi usia pengurus gereja yang pendek yang tidak boleh melebihi 2 periode dalam suatu seksi, hak preorogatif parhalado dalam memilih calon-calon pengurus tanpa melihat dengan matang kebutuhan gereja saat ini, menyesuaikan kecocokannya dengan renstra, tantangan pengembangan musik kedepan dan komitmen kerja dari pengurus akanlah memunculkan kualitas musik gereja yang timbul tenggelam dengan program musik yang arahnya tidak jelas  atau biasa-biasa saja dan hal ini diperparah dengan rendahnya pengembalaan musik gereja oleh pengurus pusat untuk mendapatkan format sebenaranya.

Penulis melihat potensi memperbaiki musik gereja bisa di mulai dengan mencoba melakukan restrukturisasi bentuk organisasi musik kerja dengan cara memisahkan fungsi profesi musik dan fungsi manjerial pengembangan.

A. Fungsi Profesi Pemusik,

Fungsi profesi memiliki otoritas:

1. Kordinasi Operasi Acara di lapangan.

2. Kordinasi pengolahan materi musik untuk kegiatan ibadah gereja dan pelayanan pemusik di jemaat dan masyarakat.

3. Pembakuan materi musik standar sebagai pegangan pemusik.

Fungsi Profesi Pemusik program kerjanya sifatnya jangka panjang dan rutin dengan pos-pos pendanaan anggaran yang sudah tertentu dan terukur.

Sehingga profesi pemusik & penyanyi akan dijauhkan dari konflik-konflik organisasi.

 

B. Fungsi Kordinasi Pengembangan SDM, penyelenggaraan acara dan pendanaan.

Fungsi Kordinasi ini adalah mengembangkan sumber daya manusia gereja untuk mempertahankan kualitas pemusik yang lama dan menambah pemusik-pemusik yang baru, mengadakan program-program acara didalam dan luar gereja, memikirkan & mengajukan pendanaan ke gereja atau sponsor dan membangun jaringan kerja untuk efektifitas pencapaian hasil.

Pemisahan fungsi kordinasi ini dimaksudkan agar penentuan pengurus seksi-seksi yang periode kerjanya sementara itu tidak akan merusak kegiatan musik yang sifatnya jangka panjang & terukur.

 

sehingga aturan main pengembangan musik gereja:

1. Pendeta dan Parhalado membuat rencana strategi.

2. Besar pembiayaan keperluan fungsi kordinasi pemusik sifatnya tetap & rutin(hubungannya ke Parhartaon, Rumah tangga gereja dan Ketua Seksi Musik) sehingga biayanya otomatis dimasukan ke biaya pengajuan program Seksi Musik, sehingga mereka fokus dengan pelaksanaan bermain musik saja.

3. Ketua Seksi Musik fokus kepada pengembangan SDM, pendanaan, penerbitan kegiatan pemusik dan penerbitan program-program baru.

 

Santoso P. Tampubolon

Pemerhati

HKBP Pasar Minggu

Koor Wilayah I HKBP Pasar Minggu, Kebaktian Akhir Tahun 2015

Koor Wilayah I HKBP Pasar Minggu mengisi Kebaktian Akhir Tahun 2015

.

Mangula Dibagasan Holong.

HKBP Pasar Minggu